Thursday, September 14, 2017

TARI



1.PENGERTIAN SENI TARI MENURUT AHLI

Corrie Hartong
: “Tari merupakan desakan perasaan manusia yang ada di dalam diri,yang mendorongnya untuk mencari sebuah ungkapan yang berbentuk gerak-gerak yang ritmis”.Jadi menurut Corrie Hartong,suatu gerak dikatakan tari apabila gerakannya ritmis.

Dr. Soedarsono
: “Tari merupakan ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis yang indah (estetis)”.Menurut Dr.Soedarsono,yang dimaksud ekspresi jiwa adalah cetusan rasa dan emosional yang disertai kehendak diri.Sedangkan gerak ritmis yang indah adalah gerak tubuh yang sesuai irama pengiringnya,sehingga dapat menimbulkan daya pesona bagi yang melihatnya.

2.JENIS-JENIS SENI TARI DAN CONTOHNYA

Pada dasarnya seni tari dapat dikelompokkan menjadi dua jenis.Keduanya dikelompokkan berdasarkan jumlah penarinya dan macam genre/alirannya.

JENIS SENI TARI BERDASARKAN JUMLAH PENARINYA
Dalam sebuah tarian,subjek utama yang melakukannya adalah penari.Sehingga apabila dilihat dari jumlah penarinya, seni tari dapat dibagi menjadi tiga kategori :

Tari Tunggal (solo)
.
Sebuah seni tari yang dibawakan oleh satu orang penari,baik laki-laki maupun perempuan.Contohnya adalah Tari Gatotkaca Gandrung dari Jawa Tengah.

Tari Berpasangan (duet).
Sebuah seni tari yang dibawakan oleh dua orang penari secara berpasangan,baik laki-laki semua, perempuan semua, maupun seorang laki-laki dan seorang perempuan.Contohnya adalah Tari Topeng dari Jawa Barat.

Tari Berkelompok (grup).
Sebuah seni tari yang dibawakan oleh lebih dari dua orang atau sekelompok penari,baik baik laki-laki semua,perempuan semua,maupun campuran antara laki-laki dan perempuan.Contohnya adalah Tari Saman dari Aceh.

JENIS SENI TARI BERDASARKAN GENRE/ALIRANNYA

Berdasarkan variasi gerakan dan iringan yang digunakan,tari dapat dikelompokkan ke dalam beberapa genre/aliran seni tari.Genre/aliran seni tari tersebut dibagi menjadi lima kategori.

Tari Tradisional.
Tarian yang diwariskan secara turun temurun sejak zaman dulu yang dilestarikan dan menjadi bagian dari budaya sebuah daerah.Dalam tari tradisional terdapat filosofi,nilai,simbol dan juga unsur religius.Tarian tradisional biasanya tidak mengalami perubahan cukup besar, baik dari segi irama pengiring,formasi gerakan maupun riasan dan kostum yang dipakai.Nah,tari tradisional sendiri dibagi menjadi dua kategori lagi,yakni tari tradisional klasik dan kerakyatan.

Tari Tradisional Klasik
Tari tradisional klasik merupakan tarian tradisional yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana atau keraton.Tarian ini sudah baku dan tidak boleh diubah gerakannya.Ciri gerakan tari tradisional kalsik adalah anggun atau berwibawa dengan kosum yang mewah.Tarian seperti ini biasanya digunakan dalam upacara adat maupun penyambutan tamu kehormatan.Contoh tari tradisional klasik adalah Tari Bedhaya Srimpi dari Jawa Tengah dan Tari Sang Hyang dari Bali.

Tari Tradisional Kerakyatan
Tari tradisional kerakyatan merupakan tarian tradisional yang dikembangkan oleh kalangan rakyat biasa. Tarian ini memiliki gerakan yang tidak terlalu baku dan bisa diimprove.Baik ragam gerakan maupun kostum yang digunakan tergolong sederhana.Tarian tradisional kerakyatan biasanya ditarikan dalam upacara perayaan dan sebagai tari pergaulan.Contoh tari tradisional kerakyatan adalah Tari jaipong dari Jawa Barat dan Tari Lilin dari Sumatera Barat. 

Tari Kreasi Baru
Tari kreasi baru merupakan tarian yang dikembangkan oleh seorang koreaografer/penata tari. Kaidah gerakannya sudah lepas dari gerakan baku dan bersifat bebas.Namun gerakan yang ditampilkan tetap gerakan tari yang estetis dan indah. Iringan musik, riasan dan kostum yang digunakan dalam tari kreasi baru sangat beragam sesuai dengan tema yang dibawakan.Tari kreasi baru dapat dikategorikan menjadi dua macam,yakni tari kreasi baru pola tradisi dan non tradisi.

Tari Kreasi Baru Pola Tradisi
Tari Kreasi baru pola tradisi merupakan tarian yang menggunakan unsur tradisional dalam kreasinya.Baik dari segi gerakan,musik/irama,rias dan kostumnya terdapat sentuhan tradisionalnya.

Tari Kreasi Baru Pola Non Tradisi 
Tari Kreasi baru pola non tradisi merupakan tarian yang sama sekali tidak menggunakan unsur tradisional dalam kreasinya.Baik dari segi gerakan,musik/irama,rias dan kostumnya tidak terdapat sentuhan tradisionalnya.Tarian ini sering disebut dengan tari modern.

Tari Kontemporer
Tari kontemporer merupakan tarian yang menggunakan gerakan simbolik,unik dan mengandung sebuah pesan.Musik/irama yang digunakan juga unik,mulai dari irama musik sederhana,orkestra,sampai musik flutyloops yang berasal dari teknologi musik digital.Kostum dan riasan yang digunakan juga serba unik,biasanya disesuaikan dengan tema dan ide pertunjukan tarinya.Tari kontemporer biasanya dipentaskan untuk mengenang tokoh,kejadian,maupun hari tertentu yang meninggalkan cerita khusus.



3.FUNGSI SENI TARI

Berdasarkan fungsi dari seni tari,terdapat beberapa macam fungsi.Beberapa fungsi tersebut diantaranya adalah:
Tari Pertunjukan,yakni tarian yang dipersiapkan dengan matang untuk dipentaskan.Tarian ini menekankan pada sisi koreografi artistik,konsep dan ide yang matang,serta tema dan tujuan yang terstruktur.

Tari Upacara,yakni tarian yang dilakukan dalam upacara adat maupun keagamaan.Tarian ini menitik beratkan ada kekhidmatan dan juga komunikasi pada sang pencipta.

Tari Hiburan,yakni tarian yang dimainkan hanya untuk menghibur penontonnya saja.Tarian ini biasanya menggunakan iringan musik dengan irama yang enak didengar sehingga mampu menhilangkan jenuh.

Tari Pergaulan,yakni tarian yang dilakukan untuk saling berinteraksi dan berkesenian bersama.Tarian ini bersifat ceria dan lincah serta bersifat komunikatif,sehingga mampu memberikan interaksi atau timbal balik.

Tari Kesenian,yakni tarian yang dipertunjukkan untuk melestarikan budaya dan menghargai warisan budaya tradisional.Tarian ini hanya dipentaskan pada acara-acara kebudayaan saja.

4.Gerak Dasar Tari

GERAK DASAR KEPALA
- Kedet,yaitu gerakan kepala seolah menarik dagu.
- Gedug,yaitu kepala tegak di gerakan kesamping kanan dan kiri.
- Gedug angka delapan,yaitu gerak kepala dengan memfokuskan putaran dagu seolah menulis angka angka delapan dengan diakhiri gerak hedot.
- Gilek,yaitu gerak kepala membuat lengkungan kebawah kiri dan kanan.
- Godeg cangreud, aitu gerak gilek diakhiri gerak kedet.
- Galieur,yaitu gerak halus pada kepala yang dimulai dari menarik dagu,kemudian ditarik dengan leher kembali ke arah tengah diakhiri dengan kedet.


GERAK DASAR TANGAN
- Meber,yaitu kedua tangan kesamping,telapak tangan menghadap ke belakang.
- Nangreu,yaitu kedua tangan kedepan,empat jari lurus keatas ibu jari ditekuk.
- Nyampurit,yaitu kedua tangan kedepan,telapak tangan kedalam ibu jari dan jari telunjuk membuat lingkaran.
- Mereket,yaitu telapak tangan dikepalkan.
- Rumbe,yaitu kedua tangan kesamping, telapak tangan keluar lima jari lurus kebawah.
- Ngaplek,yaitu kedua tangan kesamping, telapak tangan keluar lima jari lurus kebawah.
- Tumpang tali,yaitu kedua tangan nangreu lalu disilangkan.
- Mungkur,yaitu kedua tangan kedepan ditekuk kedua telapak tangan menghadap keluar punggung tangan disatukan.
- Nyawang,yaitu tangan ditekuk tepat dimuka kepala (seperti hormat).
- Sembah,yaitu telapak tangan dirapatkan tepat didepan hidung.
- Capit soder,yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan ibu jari keatas, jari manis dan jari kelingking disatukan.
- Jiwir soder,yaitu ibu jari dan jari tengah membuat lingkaran lalu disatukan.
- Kepret soder,yaitu kedua tangan sikap mungkur didepan perut lalu kesampingkan dengan cara menggerakan kelima jari.
- Ukel,yaitu gabungan dari gerak mungkur, ngaplek, rumbe, dan nangreu dengan cara diputarkan.
- Lontang,yaitu tangan kanan kedepan dengan posisi nangreu tangan kiri kedepan dengan posisi nyampurit.
- Capang,yaitu tangan kanan kedepan nangreu dan tangan kiri ditekuk nangreu.
- Selut,yaitu tangan kanan nangreu dan tangan kiri rumbe dengan cara tangan kiri yang rumbe ditarik keatas.
- Baplang,yaitu tangn kanan serong nangreu dan tangan kiri kesamping rumbe.


GERAK DASAR KAKI
- Adeg-adeg masekon,yaitu kaki kanan dilangkahkan, serong kanan serong kiri kaki tetap diam.
- Adeg-adeg serong,yaitu sikap kaki sama adeg-adeg masekon hanya badan menjadi serong kanan.
- Adeg-adeg kembar,yaitu sikap tumit kaki merapat telapak kaki dibuka.
- Tengkoh,yaitu gerak kaki dengan kedua lutut ditekuk sikap badan merendah.
- Jangreng,sikap kaki lurus / tegak.
- Sasag,yaitu gerak sikap posisi tumit sejajar dengan mata kaki.


GERAK DASAR CALIK
- Sila mando,yaitu kedua kaki disilangkan dengan sikap cantik.
- Calik deku,yaitu kedua lutut untuk menyentuh lantai badan tegak.
- Calik jengkong,yaitu sikap badan tegap duduk diatas tumit kiri/kanan.
- Calik ningkat,yaitu lutut kiri dan kanan diangkat duduk diatas tumit kaki.

5.Nilai Estetika Seni Tari 

Tari adalah gerakan berirama yang dilakukan dalam suatu ruang.Suatu gerakan dikatakan tari  jika terdapat  mengandung suatu ungkapan tertentu,mempunyai ekspresi,dilakukan secara berirama,dilakukan dalam suatu ruangan, memiliki nilai estetika,gerakan itu dapat dinikmati oleh penari dan orang yang melihat tarian  itu.

Namun untuk menilai estetika suatu tari dapat menggunakan 4 dasar yaitu  sebagai berikut:

1.  Wiraga

Wiraga adalah dasar keterampilan gerak tubuh/fisik penari yang dapat  menyalurkan  ekspresi batin dalam bentuk gerak tari.
Gerakan  anggota tubuh itu antara lain:
  • Jari-jari tangan
  • Pergelangan tangan
  • Siku-siku tangan
  • Bahu
  • Leher
  • Muka dan kepala
  • Lutut
  • Mulut
  • Jari-jari kaki
  • Dada
  • Perut
  • Pinggul
  • Biji mata
  • Alis
  • Pergelangan kaki

 2.  Wirama

Wirama adalah suatu pola untuk mencapai gerakan yang harmonis di dalam tari.Di dalamnya terdapat pengaturan dinamika seperi aksen dan tempo tarian.
Ada dua macam Wirama pada tari,yaitu:

Wirama tandak : adalah wirama yang ajeg (tetap) dan murni dengan ketukan dan aksen yang berulng-ulang dan teratur. dalam wirama tandak,gerak tari dan musik lebih mudah disusun.seorang dapat bergerak langsung mengikuti ketukan sekali,ketukan mengganda,ketukan menigakali,atau dapat pula membuat gerakan sinkop (berlawanan dengan gerakan musiknya).

Wirama bebas : adalah wirama yang tidak selalu memiliki ketukan dengan akses yang berulang-ulang dan teratur.

 3.  Wirasa

Wirasa adalah ekspresi raut muka /mimik yang menggambarkan karakter tarian, penghayatan gerak sesuai dengan tuntutan tarian.Wirasa merupakan tingkatan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian. seperti : tegas,lembut,gembira dan sedih,yang mengekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah sehingga melahirkan keindahan.

4. Wirupa

Adalah penampilan penari dari ujung atas sampai ujung bawah.Wirupa adalah unsur yang memberikan kejelasan karakter gerak tari yang ditunjukan melalui warna,busana dan tata rias.

Untuk melengkapi keempat unsur di atas,sebuah tari hendaknya dibangun dengan kesesuaian dari tata rias,kostum,tata lampu,dan tata pangung.Tarian yang mengekspresikan kisah sedih misalnya,tidak cocok ditampilkan dengan tata rias yang menor serta kostum yang berwarna cerah.Sebaliknya,tarian yang mengekspresikan kegembiraan,sangat cocok ditampilkan dengan kostum yang gemerlap.


6.Tarian Mancanegara

1.Tari Zapin,Malaysia
Tarian zapin merupakan tarian yang terkenal di negeri Johor.Perkataan zapin berasal daripada Al-zaffan yaitu gerak kaki.Mengikut sejarah tarian ini pada mulanya adalah sebagai tarian hiburan di istana yang dibawa dari Hadramaut,Yaman Selatan oleh pedagang Arab pada abad ke-13 yang bertujuan digunakan amalan berzikir untuk menyebarkan pengetahuan mengenai sejarah tamadun islam.Kini,tarian zapin masih lagi dipersembahkan dalam majlis formal dan tidak formal.Sebagai contoh majlis perkahwinan,majlis perasmian dan sebagainya.

2.Tari Kathak, India.
Kathak (Hindi: कथक, Urdu: کتھک) merupakan salah satu dari lapan bentuk tarian klasik India,berasal dari India Utara.Tarian ini boleh dijejak asalnya kepada pencerita lisan nomad India utara silam,dikenali sebagai Kathaks,atau pencerita.Pencerita ini,membuat persembahan di lapangan kampung dan laman kuil,kebanyakannya khusus dalam mengisahkan kisah mitos dan moral dari kitab,dan menokok pengisahan mereka dengan alunan tangan dan mimik muka.Ia pada asasnya merupakan teater,menggunakan alat dan bunyi musik bersama gerak tangan,untuk menghidupkan pengkisahan.Dalam bentuk kini terkandung bekas tarian kuil dan adat,dan pengaruh pergerakan bhakti.Sejak abad ke-16 seterusnya ia menyerap sesetengah ciri tarian Parsi dan tarian Asia Tengah yang di import oleh istana diraja era Mughal.
Terdapat tiga jurusan utama atau gharana bagi Kathak dari mana pengamal masa kini menyusur susur galurnya: gharana dari Jaipur,Lucknow dan Benares (lahir di istana Kachwaha raja Rajput,Nawab dari Oudh,dan Varanasi mengikut turutan);terdapat juga gharana Raigarh yang kurang menonjol dan lebih muda dari teknik ketiga-tiga gharana sebelumnya digabung tetapi menjadi terkenal kerana komposisinya yang berbeda.
Tarian Kathak merupakan salah satu lagi tarian klasikal India yang berasal dari utara India.Perkataan Kathak berasal dari perkataan India Katha yang bermaksud ‘seni bercerita’.

3.Tari Flamenco, Spanyol.
Tari flamenco merupakan tarian Istana Moor yang kemudian dikembangkan dan dikreasikan oleh kaum Gipsi di kota Andlusia yang akhirnya dikenal sebagai tari flamenco.
Pada dasarnya pertunjukan flamenco merupakan pertunjukan musik dan tari,sehingga terkadang menggunakan alat musik kastanyet untuk menambah warna musik yang dibawakan.Namun tak jarang juga penari yang menolak penggunaan alat musik yang satu ini dengan alasan bisa mengurangi keindahan gerak tari flamenco.Para penari tari flamenco biasanya menggunakan pakaian dengan warna – warna mencolok sehingga menimbulkan kesan ceria dalam tarian tersebut.Sedangkan untuk jumlah penari dalam suatu pertunjukan tari flamenco biasanya sangat bervariasi,kadang penari membawakannya secara solo,berpasangan atau berkelompok.Seperti kostum yang digunakan,gerakan pada tari flamenco juga menunjukan gairah sang penari dengan mengandalkan gerakan tubuh yang cepat yang enerjik dan menarik.Disertai beberapa improvisasi gerakan yang membuat tarin ini semakin menarik.Apalagi jika ditambah gerakan penari saat menepuk tangan atau menjentikan jari di tengah – tengah gerakan tari.Meskipun para penari sering berimprovisasi dengan gerakan tari flamenco,namun tari flamenco tetap memiliki gerakan yang menajdi ciri khas dan tidak dapat dipisahkan dari tarian tersebut.Ciri khas dalam tari flamenco adalah gerakan filigrano dan zapateado.Gerakan filigrabo adalah gerakan di mana penari menaikan tangannya kemudian menyimpulkan telapak tangan yang diselingi dengan tepukan tangan dan jentikan jari penari.Sedangkan gerakan zapateado adalah gerakan di mana penari melengkungkan punggungnya sambil terus menghentakan kaki mengikuti irama.Ketikan menampilkan tari flamenco biasanya penari seolah – olah sedang terlena dengan emosi yang ditimbulkan oleh musik dan tarian tersebut,atau sering disebut sebagai duende.Sehingga dalam membawakan tarian ini, para penari pria dituntut untuk menampilkan sisi kemaskulinannya.Sedangkan penari wanita dituntut untuk menampilkan ketenangan yang disertai rasa bangga dan sensualitas yang terkendali.

4.Tari Morris, Inggris.
Tarian ini dipertunjukkan dalam festival-festival.Dulu hanya laki-laki yang menari Morris,namun sekarang semua orang menarikan tarian ini.Biasanya kostum yang mereka pakai adalah baju putih,topi dengan hiasan bunga,dan selempang dua warna yang disematkan bel kecil.Mereka juga membawa tongkat kecil atau sapu tangan.Sebuah tarian morris adalah suatu bentuk tarian rakyat Inggris biasanya disertai dengan musik.Hal ini didasarkan pada berirama melangkah dan pelaksanaan tokoh koreografer oleh sekelompok penari.Alat seperti tongkat,pedang,saputangan dan lonceng juga dapat dikerahkan oleh para penari.Dalam sejumlah kecil tarian untuk satu atau dua orang,langkah ini dilakukan dekat dan di sepasang pipa tembakau diletakkan di tanah liat satu sama lain di lantai.Klaim bahwa catatan Inggris,dating kembali ke 1448,menyebutkan tari morris terbuka untuk sengketa.Tidak ada menyebutkan “morris” menari lebih awal dari abad ke-15 akhir,meskipun catatan awal seperti Bishops ‘”Visitasi Artikel” menyebutkan menari pedang,kegiatan menari guising dan lainnya serta memainkan mumming.Selanjutnya,catatan paling awal selalu menyebutkan “Morys” dalam pengaturan pengadilan,dan baik laki-laki dan perempuan yang disebutkan sebagai menari,dan sedikit kemudian di Walikota Tuhan ‘Prosesi di London.Hanya kemudian bahwa itu mulai disebutkan sebagai sesuatu yang dilakukan di paroki-paroki.Tidak tentu saja tidak ada bukti bahwa itu adalah ritual pra-Kristen, seperti yang sering diklaim.

5.Tari Buchaechum / Tari Kipas, Korea.
Penari kipas dari Korea menggunakan kipas yang besar dalam berbagai warna.Lalu mereka menyatukan kipas mereka dan menggerakkannya secara teratur mengayun ke atas dan ke bawah.Sejak demam Korea melanda Indonesia,semua hal berbau Korea pun ikut diikuti.Kita bisa melihat dari menjamurnya produk-produk fashion Korea yang laris manis di Indonesia, belum lagi meningkatnya jumlah kursus-kursus bahasa korea yang pesertanya juga bak kacang goreng. Budaya-budaya korea pun banyak menjadi fokus perhatian orang.Saya sebagai salah satu penggemar Korea (namun tidak terlalu freak) menilai,Korea Selatan sangat bagus mempromosikan budaya mereka ke dunia,khususnya lewat entertainment.Lewat K-Pop,fashion dan film-film,Korea Selatan dengan pintar mengemas juga budaya-budaya mereka,sehingga masyarakat dunia pun ‘sadar’ dengan kebudayaan mereka.Satu langkah yang patut dicontoh Indonesia.
Salah satu bukti bahwa kebudayaan Korea sudah mulai di’sadari’ oleh masyarakat dunia  adalah dengan dikenalnya salah satu tarian tradisional masyarakat Korea.Mereka suka menyebut ‘Tari Kipas Korea’ atau bahasa Koreanya Buchaechum.Buchaechum merupakan tarian tradisional Korea dimana sekelompok wanita menari menggunakan kipas yang berhiaskan bunga Peony dan menggunakan Hanbok (tarian tradisional Korea) yang berwarna mencolok.



6.Tari Naga,China.
Dalam mitologi China,naga menggambarkan kegagahan,keningratan dan keberuntungan.Tari naga digunakan untuk mengusir setan dan membawa keberuntungan bagi semua orang.Penarinya memiliki kemampuan bela diri.Tari Naga (karakter sederhana: ; karakter tradisional: 舞龍; pinyin: wǔ lóng) atau disebut juga Liang Liong di Indonesia adalah suatu pertunjukan dan tarian tradisional dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa.Seperti juga Tari Singa atau Barongsai,tarian ini sering tampil pada waktu perayaan-perayaan tertentu.Orang Tionghoa sering menggunakan istilah ‘Keturunan Naga'(龍的傳人 atau 龙的传人,lóng de chuán rén) sebagai suatu simbol identitas etnis.Dalam tarian ini, satu regu orang Tionghoa memainkan naga-nagaan yang diusung dengan belasan tongkat.Penari terdepan mengangkat,menganggukkan,menyorongkan dan mengibas-kibaskan kepala naga-nagaan tersebut yang merupakan bagian dari gerakan tarian yang diarahkan oleh salah seorang penari.Terkadang bahkan kepala naga ini bisa mengeluarkan asap dengan menggunakan peralatan pyrotechnic.Para penari menirukan gerakan-gerakan makhluk naga ini — berkelok-kelok dan berombak-ombak.Gerakan-gerakan ini secara tradisional melambangkan peranan historis dari naga yang menunjukkan kekuatan yang luar biasa dan martabat yang tinggi.Tari naga merupakan salah satu puncak acara dari perayaan Imlek di pecinan-pecinan di seluruh dunia.Naga dipercaya bisa membawa keberuntungan untuk masyarakat karena kekuatan,martabat,kesuburan,kebijaksanaan dan keberuntungan yang dimilikinya.Penampilan naga terlihat menakutkan dan gagah berani,namun ia tetap memiliki watak yang penuh kebajikan.Hal-hal inilah yang pada akhirnya menjadikannya lambang lencana untuk mewakili kekuasaan kekaisaran.

7.Tari Khon,Thailand
Tari khon ialah semacam tari topeng di Indonesia,dengan latar belakang kisah Ramayana.Tarian topeng khon ini menggambarkan kancah peperangan akbar nan berlangsung selama pemerintahan Dinasti Ramakien,yaitu perang nan terjadi antara Raja Rama,seorang ksatria bijaksana dan gagah perkasa,melawan Raja Todsakan nan lalim dan durjana.Raja Todsakan nan merupakan simbol kejahatan ini pada akhirnya bisa dikalahkan oleh Raja Rama nan merupakan simbol kebaikan.

8.Tari Tinikling ,Filipina
Tarian ini berasal dari Leyte antara Visayan pulau-pulau di Filipina tengah sebagai tiruan dari burung tikling yang menghindari perangkap bambu yang ditetapkan oleh petani padi.Tarian ini meniru gerakan burung tikling karena mereka berjalan di antara batang rumput,berjalan di atas cabang pohon, atau perangkap bambu menghindar ditetapkan oleh petani padi.Penari legendaris meniru burung tikling dan kecepatan dengan terampil manuver antara tiang bambu besar.Bentuk tarian yang menggunakan tiang dan fancy footwork.Biasanya,gaya tari tinikling ialah di mana dua pemain individu menggunakan tiang bambu untuk memukul,tekan,dan geser di atas tanah dan terhadap satu sama lain dan bersama dengan penari lebih yang melangkah di atas dan di antara kutub.

9.Tarian wals ,Jerman
Tari Wals berasal dari kata german “ walzen” yang berarti berputar atau berkeliling.Tarian Wals Populer di Wina sekitar tahun 1780 dan pada tahun berikutnya mulai menyebar ke berbagai belahan dunia. Tari Wals adalah salah satu jenis tarian ruangan dan tarian rakyat berketukan ¾ yang dilakukan terutama dalam posisi tertutup.Gerakan dasar dari tari wals adalah satu putaran penuh yang meliputi dua tahap di mana per tahapnya terdapat tiga langkah.Wals selanjutnya menjadi dasar tari bagi tarian lainnya di berbagai belahan negara Eropa.

10.Tari Haka,New Zealand.
Pada jaman dulu,suku Maori di New Zealand biasa menarikan tarian Haka sebelum berperang dan sesudah memenangkan peperangan.Kini, tim rugby New Zealand melakukan hal yang sama sebelum memulai pertandingan.

11. Tari Folk,Belanda
Banyak Tarian Tradisional rakyat Belanda menggunakan sepatu,meskipun dalam praktek nya membatasi gerakan tarian tersebut.Oleh karena itu, tarian rakyat kebanyakan menari dengan sepatu.Secara historis Belanda menari menggunakan sepatu karena ini adalah bagian dari acara Gereja mereka.Tarian Belanda sebenarnya berasal dari Skotlandia.


7.Tari  Jawa Tengah :

1. Tari Bedhaya Ketawang
Tarian tradisional pertama adalah Bedhaya Ketawang yang mengandung arti di setiap masing-masing kata. ‘bedhaya’ yang artinya penari wanita dan ‘ketawang’ artinya langit.Bila disatukan Bedhaya Ketawang ini mengandung arti penari wanita dari istana langit.Tarian ini dipertunjukan untuk acara resmi saja,yang bertujuan untuk menghibur.Sejarahnya,tarian ini menceritakan tentang hubungan Ratu Kidul yang biasa kita kenal dengan Roro Kidul.Menurut kepercayaan setempat,bila ada yang menarikan Tarian ini,maka Nyi Roro Kidul atau Kangjeng Ratu Kidul akan menghadiri tarian tersebut dan ikut menari.
Biasanya tarian ini ditarikan oleh 9 orang wanita,dimana sembilan ini melambangkan Wali Songo,adapun yang bilang 9 sebagai arah mata angin. 
Busana para penari pun biasanya menggunakan pengantin adat Jawa,dimana para penari menggunakan gelung besar,dan aksesoris-aksesoris Jawa berupa centhung, sisir jeram saajar,tiba dhadha,garudha mungkur, dan cundhuk mentul. Para penaripun diusahakan tidak dalam keadaan haid.Musik yang dimainkan untuk mengiringi tarian ini biasanya Gending Ketawang Gedge,bisa juga dengan gamelan.

2. Tari Gambyong
Tari Gambyong berasal dari daerah Surakarta.Awalnya,tarian ini hanya sebuah tarian rakyat dan diadakan ketika memasuki musim panen padi. Sekarang,tarian tersebut diadakan saat acara sakral dan sebagai penghormatan pada tamu.Sejarahnya nama Gambyong pun diambil dari salah satu penari tempo dulu, dimana penari tersebut memiliki suara merdu dan tubuh yang lentur, dengan kedua bakat tersebut Gambyong yang memiliki nama lengkap Sri Gambyong cepat terkenal dan dapat memikat banyak orang.
Hingga akhirnya nama penari itu terdengar ke telinga Sunan Paku Buwono IV,membuat Sri Gambyong diundang untuk menari ke dalam Istana.Ia pun berhasil memikat orang-orang di Istana,hingga akhirnya tariannya pun dipelajari dan dikembangkan hingga dinobatkan tarian khas Istana.
Untuk jumlah penari tidak disyaratkan, namun untuk kostum yang biasa digunakan adalah kostum kemben yang sebahu dilengkapi dengan selendang.Pada dasarnya tarian ini sangat identik dengan warna kuning dan hijau. Namun seiring zaman,warna pun tidak menjadi patokan.
Musik pengiring tarian ini biasanya gamelan seperti Gong,kenong,gambang dan kendang.

3.Tari Bondan Payung
Tarian tradisional berikutnya adalah Tari Bondan yang berasal dari Surakarta.
Tarian ini menceritakan tentang seorang ibu yang menyayangi anaknya.Sehingga tariannya pun terbilang simpel.Ciri khas tarian ini adalah  para penari yang selalu membawa payung,boneka bayi dan kendi.
Pada zaman dulu tarian ini harus ditarikan oleh para kembang desa bertujuan untuk menunjukkan jati dirinya. Gerakannya pun tidak bilang rumit hingga datang sesi menegangkan ketika penari tersebut menaiki kendi, dan kendi itu tidak boleh pecah.Kostum yang digunakan untuk tarian ini adalah pakaian adat Jawa. Seiring dengan zaman tari bondan pun dibagi menjadi 2,yaitu tari bondan mardisiwi,bondan tani dan bondan cindogo.Musik yang digunakan adalah Gending.

4.Tari Serimpi
Tari Serimpi berasal dari Yogyakarta,konon katanya tarian ini sedikit bernuansa Mistis.Awalnya tarian ini ditunjukkan saat penggantian raja di beberapa Istana Jawa Tengah.Menurut cerita masyarakat,tarian ini dapat menghipnotis para penonton menuju ke alam lain.
Walau bagaimanapun, tarian ini bertujuan menunjukan wanita yang sopan santun dan sangat lemah gemulai.
Seiring dengan zaman tari ini mengalami perubahan dari segi durasi tarian dan kostumnya.Tari Serimpi pun dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya Serimpi Genjung,Serimpi Babul Layar,Serimpi Bondan,Serimpi Anglir Mendung dan Serimpi Dhempel.
Tarian ini biasanya ditarikan dengan 4 anggota penari wanita,hal ini menandakan unsur api,air,angin dan bumi.Namun seiring dengan zaman jumlah penaripun terkadang menjadi 5 anggota.Pakaian yang digunakan untuk penari Serimpi adalah pakaian yang biasa digunakan pengantin putri keraton.Sedangkan musik yang digunakan adalah gamelan.

5. Tari Beksan Wireng
Tari Beksan Wireng adalah tari yang berasal dari Jawa Tengah dan diciptakan oleh Prabu Amiluhur.
Tujuan diciptakannya tarian ini untuk menyemangati 4 prajurit perang yang saat itu yang sedang berlatih.Hal ini terlihat dengan gerakan-gerakan para penari yang gagah perkasa sedang membawa tombak dan tameng. Karena tarian ini memang mengandung tema perang.
Dengan berkembangnya zaman, tarian ini terbagi menjadi 6 jenis yaitu Panji Sepuh,Panju Anem,Dhadap Kanoman,Jemparing Ageng,Lhawung Ageng dan Dhadhap Kreta.
Biasanya tarian ini ditarikan oleh laki-laki dan menggunakan kostum bak seorang prajurit.

6. Tari Ebeg atau Kuda Lumping
Tarian tradisional selanjutnya adalah tari ebeg atau tari yang biasa menggunakan boneka kuda.
Tarian ini tidak menunjukan tarian pada umumnya seperti tarian yang lemah gemulai.
Tarian ini tidak usah belajar, hanya melenggak lenggok mengikuti alur musik.Ada beberapa syarat yang harus disediakan selama pertunjukkan ini seperti sesaji dan menyan.Hal ini diharuskan karena para penari kemungkinan akan kerasukan mahkluk halus dan memakan barang-barang sekitar.
Musik yang melatar belakangi tarian ini adalah gamelan banyumasan,bendhe dan gendhing.

7. Kethek Ogleng
Tarian tradisional yang satu ini bernama Kethek Ogleng berasal dari bahasa Jawa yang bila diartikan ‘kethek’ adalah kera.Sedangkan Ogleng diambil dari suara bunyi yang melatar belakangi tarian ini yang seperti berbunyi Ogleeeng… Ogleeeng…
Tari Kethek Ogleng berasal dari Wonogiri,Jawa Tengah. Asal usulnya tarian ini menceritakan Raden Gunung Sari yang menjelma menjadi kera, dan berusaha mengelabui musuhnya.
Maka dari itu,penarinya pun selalu bertopeng kera dan menirukan gerakan-gerakan kera,tidak ada gerakan khusus untuk tarian ini,penari hanya menikmati aluran musik dan menari layaknya seekor kera.
Biasanya penari Kethek Ogleng akan mengajak salah seorang penonton untuk berjoget bareng.

8. Sintren
Sintren berasal dari Cirebon,menyebar ke berbagai daerah hingga Jawa Barat.Tarian ini berbau mistis, menceritakan tentang kisah cinta Sulasih dan Sulandono.
Asal muasalnya tarian ini dibuat ketika Bupati Kendal menikah dengan Dewi Rantamsari yang biasa dijuluki Dewi Lanjar.Namun pasangan itu tidak direstui oleh Ki Bahureksi.Akhirnya mereka berdua berpisah, Sulandono menjadi petapa sedangkan Sulasih menjadi penari.Walaupun begitu,konon katanya mereka berdua masih bertemu di alam gaib.
Tarian ini sangat mistis sekali,bahkan sebelum pertunjukan,harus diawali terlebih dahulu dengan Dupan atau ritual berdoa.
Namun katanya,tarian ini mulai tenggelam dan tidak lagi dipentaskan.


9. Tari Jlantur
Tari Jlantur berasal dari Boyolali.Biasanya dimainkan oleh 40 orang penari laki-laki.Sedikit info yang saya dapat tentang tarian ini,hal ini mungkin sudah kurangnya minat orang-orang untuk melestarikan budaya Tari Jlantur.
Sejarahnya,ternyata tarian ini menggambarkan perjuangan kisah Pangeran Diponegoro yang melawan para penjajah.
Menurut beberapa sumber,penari Tari Jlantur selalu menggunakan ikat kepala seperti gaya Tukri dengan membawa kuda tiruan.

10. Tari Prawiroguno
Tarian ini mengandung kisah ketika para penjajah yang hampir mengalami kemunduran, dan situasi saat itu dijadikan ide untuk membuat sebuah tarian yang sekarang kita sebut Tari Prawiroguno.
Tarian ini memiliki tema peperangan, dan gerakan para penari bak seorang prajurit membawa pedang/samurai dengan tameng berlenggok-lenggok seakan sedang bersiap-siap menyerang musuh.

11. Tari Ronggeng
Tari Ronggeng berasal dari Jawa,penciptanya Endang Caturwati.Sampai sekarang tari ronggeng dibudayakan hingga turun temurun. Tema tarian ini berbeda dengan tarian lain,tari ronggeng ditarikan oleh wanita, gerakannya pun berkesan agresif mendekati eksotis
Tari ini memiliki ciri khas dalam gerakannya yang lebih sensual dan pandai menarik libido para lelaki.
Asal muasalnya, tari ini dibuat untuk upacara meminta kesuburan tanah.Namun,karena terkait dengan kesuburan,mengartikannya salah…. Hingga akhirnya gerakan dalam tarian ini mirip orang yang sedang bercinta.Namun seiring dengan zaman,tarian ini mulai dikurangi unsur eksotisnya.
Alat musik yang melatari adalah rebab dan gong.

12. Tari Angsa
Tarian ini melambangkan keagungan seorang Dewi yang ditemani dengan sekelompok penari angsa.
Tari angsa menjadi salah satu tarian kebanggaan Jawa Tengah,sering dipertunjukan untuk acara-acara tertentu. Dizaman sekarang, tarian ini sering ditarikan oleh siswa-siswa SD saat mereka mencapai kelulusan atau perpindahan sekolah ke SMP.
Namun ternyata Tari Angsa tidak hanya ada di Indonesia, ada beberapa negara yang mempunyai Tarian Tradisional seperti ini, hanya saja cerita latar belakang yang berbeda.
Tari angsa biasanya ditarikan secara berpasangan, namun ada juga yang sendiri hingga berlima. Alat musik pengiringnya pun gendang,gitar,dan degung.Namun seiring dengan zaman,alat musik yang digunakan pun tidak setradisional zaman dulu.

8.UNSUR PENDUKUNG SENI TARI

Ketika unsur utama sudah terpenuhi, maka akan lebih baik jika unsur pendukung seni tari juga dipenuhi.Supaya dalam sebuah pementasan sendra tari atau pertunjukan tari bisa terlihat mempunyai daya pesona.Unsur-unsur tersebut adalah:
  • Ragam Gerak.
Agar sebuah tarian menjadi indah dierlukan kombinasi gerakan pada beberapa anggota tubuh. Sehingga tidak hanya tangan dan kaki saja, tetapi lenggokan, lirikan mata, ekspresi dan gerak kepala juga bisa ditambahkan. Sehingga sebuah tarian akan terlihat lebih estetis lagi.
  • Ragam Iringan.
Jika sebuah tarian diiringi musik ritmis maka tarian akan daat dinikmati secara gerak, suara dan perasaan. Tetapi akan lebih hidup jika diikuti dengan suara iringan yang berasa dari tubuh penarinya. Baik itu tepukan tangan, suara hentakan kaki, atau teriakan yang mengiringi gerak tariannya.
  • Rias dan Kostum.
Dalam sebuah tarian,unsur rasa juga harus dipenuhi supaya pesan tariannya sampai.Supaya sampai dan lebih mengena,maka akan lebih bagus bila dilengkapi dengan riasan dan kostum yang sesuai dengan tema tariannya.Sehingga ekspresi muka dan gerak tariannya bisa menambah pesona dan keindahan sebuah pertunjukan tari.
  • Pola Lantai/Blocking.
Sebuah tarian akan terlihat indah apabila gerakannya disesuaikan dengan pola lantai. Jadi gerakan penari tidak terfokus di tengah panggung atau pada satu titik saja. Penari harus menyesuaikan dengan tempat dan juga posisi penontonnya. Selain itu, bila tarian ditampilkan berkelompok, transisi antar penari juga harus diatur dalam hal blockingnya. Supaya gerakannya tidak kacau, kompak dan teratur.


9.UNSUR UTAMA SENI TARI

Sebuah gerakan ritmis dikatakan sebagai tarian apabila sudah mencakup tiga unsur utama seni tari.Jika salah tidak ada semua atau salah satu dari unsur tersebut,maka tidak bisa disebut tari.Unsur utama tersebut adalah.
Wiraga (raga).
Sebuah seni tari harus menonjolkan gerakan badan, baik dalam posisi berdiri atau pun duduk.
Wirama (irama).
Sebuah seni tari harus memiliki gerakan ritmis yang sesuai dengan irama pengiringnya, baik dari tempo maupun iramanya.
Wirasa (rasa).
Sebuah seni tari harus mampu menyampaikan pesan perasaan melalui gerakan sebuah tarian dan ekspresi penarinya.


Macam-macam seni tari dari Sabang sampai Merauke
1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD
Tari Tradisional : Tari Seudati, Tari Saman Meuseukat
2. Provinsi Sumatera Utara / Sumut
Tari Tradisional : Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor
3. Provinsi Sumatera Barat / Sumbar
Tari Tradisional : Tari Piring, Tari payung
4. Provinsi Riau
Tari Tradisional : Tari Tanduk, Tari Joged Lambak
5. Provinsi Jambi
Tari Tradisional : Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan
6. Provinsi Sumatera Selatan / Sumsel
Tari Tradisional : Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek
7. Provinsi Lampung
Tari Tradisional : Tari Jangget, Tari Melinting
8. Provinsi Bengkulu
Tari Tradisional : Tari Andun, Tari Bidadei Teminang
9. Provinsi DKI Jakarta
Tari Tradisional : Tari Topeng, Tari Yapong
10. Provinsi Jawa Barat / Jabar
Tari Tradisional : Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak
11. Provinsi Jawa Tengah / Jateng
Tari Tradisional : Tari Serimpi, Tari bambangan Cakil
12. Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / Jogjakarta
Tari Tradisional : Tari Serimpi Sangupati, Tari Bedaya
13. Provinsi Jawa Timur / Jatim
Tari Tradisional : Tari Remong, Tari Reog Ponorogo
14. Provinsi Bali
Tari Tradisional : Tari Legong, Tari Kecak
15. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB
Tari Tradisional : Tari Mpaa Lenggo, Tari Batunganga
16. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTT
Tari Tradisional : Tari Perang, Tari Gareng Lameng
17. Provinsi Kalimantan Barat / Kalbar
Tari Tradisional : Tari Monong, Tari Zapin Tembung
18. Provinsi Kalimantan Tengah / Kalteng
Tari Tradisional : Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai
19. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel
Tari Tradisional : Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu
20. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim
Tari Tradisional : Tari Perang, Tari Gong
21. Provinsi Sulawesi Utara / Sulut
Tari Tradisional : Tari Maengkat, Tari Polo-palo
22. Provinsi Sulawesi Tengah / Sulteng
Tari Tradisional : Tari Lumense, Tari Pule Cinde
23. Provinsi Sulawesi Tenggara / Sultra
Tari Tradisional : Tari Dinggu, Tari Balumpa
24. Provinsi Sulawesi Selatan / Sulsel
Tari Tradisional : Tari Bosara, Tari Kipas
25. Provinsi Maluku
Tari Tradisional : Tari Lenso, Tari Cakalele
26. Provinsi Irian Jaya / Papua
Tari Tradisional : Tari Musyoh, Tari Selamat datang

No comments:

Post a Comment

Contoh Surat Gugat Cerai

Papua,17 Oktober 2012 Hal : Cerai Gugat Kepada Yth.Ketua Pengadilan Agama Papua Di Papua Assalammu’alaikum Wr.Wb.          ...